LAPORAN PENDAHULUAN PNEUMOTHORAX PDF

Konsep Teoritis Pneumothorax 1. Anatomi dan Fisiologi Paru Paru adalah struktur elastic yang dibungkus dalam sangkar toraks, yang merupakan suatu bilik udara kuat dengan dinding yang dapat menahan tekanan. Ventilasi membutuhkan gerakan dinding sangkar toraks dan dasarnya, yaitu diafragma. Efek dari gerakan ini adalah secara bergantian meningkatkan dan menurunkan kapasitas dada.

Author:Sanos Dole
Country:Italy
Language:English (Spanish)
Genre:Career
Published (Last):28 July 2014
Pages:208
PDF File Size:12.4 Mb
ePub File Size:4.13 Mb
ISBN:803-4-41747-784-4
Downloads:17894
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Yozuru



Konsep Dasar Penyakit 1. Anatomi Paru Suatu lapisan tipis yang kontinu mengandung kolagen dan jaringan elastis, dikenal sebagai pleura, melapisi rongga dada pleura parietalis dan menyelubungi setiap paru-paru pleura viseralis.

Diantara pleura parietalis dan viseralis terdapat suatu lapisan tipis cairan pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan bergerak selama pernapasan dan untuk mencegah pemisahan thoraks dan paru-paru. Karena tidak ada ruangan yang sesungguhnya memisahkan pleura parietalis dan pleura viseralis, maka apa yang disebut rongga pleura atau kavitas pleura hanyalah suatu ruangan potensial saja. Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir, mencegah kolaps paru.

Bila terserang penyakit, pleura mungkin mengalami peradangan, atau udara atau cairan dapat masuk ke dalam rongga pleura, menyebabkan paru-paru tertekan atau kolaps. Pada saat ekspirasi, dinding dada menekan rongga dada sehingga tekanan intrapleura akan lebih tinggi daripada tekanan udara alveol ataupun di bronkus, akibatnya udara akan ditekan keluar melalui bronkus. Definisi Pneumothorak Pneumothorak adalah adanya udara dalam rongga pleura.

Pneumothorak dapat terjadi secara spontan atau karena trauma British Thoracic Society Pneumothorak adalah keadaan terdapatnya udara atau gas dalam rongga pleura W. Sudoyo, Pneumothorak merupakan suatu keadaan dimana terdapat akumulasi udara ekstrapulmoner dalam rongga pleura, antara plura viseral dan parinteral, yang dapat menyebabkan timbulnya kolaps paru. Pada keadaan normal rongga pleura tidak berisi udara, supaya paru-paru leluasa mengembang terhadap rongga dada.

Rahajoe, Pneumothorak dapat diklasifikasikan menjadi spontan dan traumatik. Biasanya untuk terapi tuberkolosis sebelum era antibiotik , atau untuk menilai permukaan paru. Etiologi Pneumothoraks Pneumothoraks terjadi karena adanya kebocoran dibagian paru yang berisi udara melalui robekan atau pecahnya pleura.

Robekan ini berhubungan dengan bronkhus. Pelebaran alveoli dan pecahnya septa-septa alveoli kemudian membentuk suatu bula yang disebut granulomatus fibrosis. Granulomatous fibrosis adalah salah satu penyebab tersaring terjadinya pneumothoraks, karena bula tersebut berhubungan dengan adanya obstruksi empisema.

Manifestasi Klinis Pada pneumothoraks spontan, sebagai pencetus atau auslosend moment adalah batuk keras, bersin, mengangkat barang-barang berat, kencing atau mengejan. Penderita mengeluh sesak napas yang semakin lama semakin berat setelah mengalami hal-hal tersebut di atas.

Tetapi pada beberapa kasus gejala-gejala masih gampang ditemukan pada aktifitas biasa atau waktu istirahat. Keluhan utama pneumothoraks spontan adalah sesak napas, bernapas terasa berat, nyeri dada dan batuk.

Sesak sering mendadak dan makin lama makin berat. Nyeri dada dirasakan pada sisi yang sakit, rasa berat, tertekan dan terasa lebih nyeri pada gerakan pernapasan.

Rasa sakit tidak selalu timbul. Rasa sakit bisa hebat atau menetap bila terjadi perlengketan antara pleura viseralis dan pleura parietalis.

Pasien dengan pneumothoraks spontan primer biasanya ditandai dengan nyeri dada pleura ipsilateral dan variasi derajat dipsneu. Karena fungsi paru normal, dipsnea biasanya ringan sampai sedang, bahkan pasien dengan pneumothoraks yang luas. Gejala biasanya hilang dalam 24 jam, bahkan jika pneumothoraks masih ada.

Takikardi dan takipnea adalah gejala yang sangat sering ditemukan. Serangan pada pneumothoraks spontan sekunder bermanifestasi sebagai nyeri dada. Bahkan pada kasus pneumothoraks yang sedikit, akut dipsnea dapat berkembang menjadi keadaan paru yang dicurigai. Tanda-tanda dari kardiopulmonal dapat muncul seperti hipoksemia akut rata-rata PO2 : 60 mmHg , hipotensi, sianosis, napas berat, status mental berubah dan hiperkapnia.

Keluhan utama, yaitu : sesak napas tiba-tiba, napas pendek, batuk kering dan nyeri dada, punggung dan lengan merupakan gejala utama. Terasa lebih nyeri pada gerakan respirasi. Sesak ringan smpai berat. Tanpa atau dengan sianosis. Tampak sakit ringan sampai berat, lemah sampai shock, berkeringat dingin. Berat keadaan penderita tergantung dari keadaan pneumothoraksnya : tertutup dan terbuka tidak berat, ventil ringan tekanan positif tinggi biasanya berat dan selain itu tergantung juga keadaan paru yang lain dan ada atau tidaknya obstruksi jalan napas.

Patofisiologi Normal tekanan negatif pada ruang pleura adalah s. Fungsinya membantu pengembangan paru selama ventilasi. Pada waktu inspirasi tekanan intra pleura lebih negatif daripada tekanan intra bronkial, maka paru akan berkembang mengikuti dinding thoraks sehingga udara dari luar dimana tekanan nol 0 akan masuk bronkus sampai ke alveoli. Pada waktu ekspirasi dinding dada menekan rongga dada sehingga tekanan intra pleura akan lebih tinggi dari tekanan di alveolus ataupun di bronkus sehingga udara di tekan keluar melalui bronkus.

Tekanan intra bronkial meningkat apabila ada tahanan jalan napas. Tekanan intra bronkial akan lebih meningkat lagi pada waktu batuk, bersin, atau mengejan, pada keadaan ini glottis tertutup. Apabila di bagian perifer dari bronkus atau alveolus ada bagian yang lemah maka akan pecah atau robek. Pneumothoraks terjadi karena kebocoran bagian paru yang berisi udara melalui robekan atau pecahnya pleura. Robekan ini akan berhubungan dengan bronkus. Pelebaran dari alveoli dan pecahnya septa-septa alveoli yang kemudian membentuk suatu bula di dekat suatu daerah proses non spesifik atau granulomatous fibrosis adalah salah satu sebab yang sering terjadi pneumothoraks, dimana bula tersebut berhubungan dengan adanya obstruksi emfisema.

Penyebab tersering adalah valve mekanisme di distal dari bronkial yang ada keradangan atau jaringan parut. Selanjutnya udara yang terbebas dari alveoli dapat menggoyahkan jaringan fibrosis di peribronkovaskuler kea rah hilus, masuk mediastinum dan menyebabkan pneumothoraks atau pneumomediastinum. Pleura secara anatomis merupakan satu lapis mesoteral, ditunjung oleh jaringan ikat, pembuluh-pembuluh dara kapiler dan pembuluh getah bening, rongga pleura dibatasi oleh 2 lapisan tipis sel mesotelial, terdiri atas pleura parietalis yang melapisi otot-otot dinding dada, tulang dan kartilago, diafragma dan menyusup kedalam pleura dan tidak sensitif terhadap nyeri.

Rongga pleura individu sehat terisi cairan ml dan berfungsi sebagai pelumas diantara kedua lapisan pleura. Patogenesis pneumotorak spontan sampai sekarang belum jelas a. Pneumotorak Spontan Primer Pneumotorak spontan primer tejadi karena robeknya suatu kantong udara dekat pleura viseralis.

Bulla merupakan suatu kantong yang dibatasi sebagian oleh pleura fibrotik yang menebal sebagian oleh jaringan fibrosa paru sendiri dan sebagian lagi oleh jaringan paru emfisematus. Blab terbentuk dari sautu alveoli yang pecah melalui suatu jaringan intertisial kedalam lapisan fibrosa tipis pleura viseralis yang kemudian berkumpul dalam bentuk kista. Pada pnueumotorak spontan terjadi apa bila dilihat secara patologis dan radiologis terdapat bulla di apeks paru.

Observasi klinik yang dilakukan pada pasien pneumotorak spontan primer ternyata mendapatkan pneumotorak lebih banyak dijumpai pada pasien pria berbadan kurus dan tinggi. Kelainan intrinsik jaringan konektif mempunyai kecenderungan terbentuknya blab atau bulla yang meningkat. Bleb atau bulla yang pecah masihbelum jelas hubungan dengan aktivitas yang berlebihan, karena pada orang-orang yang tanpa aktivitas istirahat juga dapat terjadi pneumotorak.

Pecahnya alveoli juga dikatakan berhubungan dengan obstruksi check-valve pada salurana napas dapat diakibatkan oleh beberapa sebab antara lain: infeksi atau infeksi tidak nyata yang menimbulkan suatu penumpukan mukus dalam bronkial. Pneumotorak Spontan Sekunder Disebutkan bahwa terjadinya pneumotorak ini adalah akibat pecahnya bleb viseralis atau bulla pneumotorak dan sering berhubungan dengan penyakit paru yang mendasarinya.

Patogenesis pneumotorak ini umumnya terjadi akibat komplikasi asma, fibrsosis kistik, TB paru, penyakit-penyakit paru infiltra lainnya misalnya pneumotorak supuratif, pneumonia carinci. Pneumotorak spontan sekunder lebih serius keadaanya karena adanya penyakit yang mendasarinya. Tanda dan Gejala b. Takipnea, dangkal, menggunakan otot napas tambahan c. Nyeri dada unilateral, terutama diperberat saat napas dalam dan batuk d. Pengembangan dada tidak simetris e. Sianosis 8. Komplikasi a. Tension Pneumothoraks Komplikasi ini terjadi karena tekanan dalam rongga pleura meningkat sehingga paru mengempis lebih hebat mediastium tergeser ke sisi lain dan mempengaruhi aliran darah vena ke atrium kanan.

Pengobatan adalah segera melakukan dekompresi dengan jarum, kateter kecil atau pipa interkostal dan hubungan dengan water sealed drainage. Pio Pneumuthoraks. Pio pneumothoraks berarti terdapatnya pneumothoraks di sertai empiema secara bersamaan pada satu sisi paru.

Infeksinya berasal dari mikroorganisme yang membentuk gas atau dari robekan septic jaringan paru atau esophagus ke arah rongga pleura. Kebanyakan adalah dari robekan abses subpleura dan sering membuat fistula bronco-pleura.

IBN ASAKIR TARIKH DIMASHQ PDF

Laporan Pendahuluan Pneumothorax

Konsep Dasar Penyakit 1. Anatomi Paru Suatu lapisan tipis yang kontinu mengandung kolagen dan jaringan elastis, dikenal sebagai pleura, melapisi rongga dada pleura parietalis dan menyelubungi setiap paru-paru pleura viseralis. Diantara pleura parietalis dan viseralis terdapat suatu lapisan tipis cairan pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan bergerak selama pernapasan dan untuk mencegah pemisahan thoraks dan paru-paru. Karena tidak ada ruangan yang sesungguhnya memisahkan pleura parietalis dan pleura viseralis, maka apa yang disebut rongga pleura atau kavitas pleura hanyalah suatu ruangan potensial saja.

HERZLIEBSTER JESU BACH PDF

Pemeriksaan Penunjang : a. Photo toraks pengembangan paru-paru. Laboratorium Darah Lengkap dan Astrup. Penatalaksanaan Pada trauma toraks, WSD dapat berarti : a.

Related Articles